Path: Top / Skripsi / Dakwah / 2012

Studi Komparasi Konsep Sabar Menurut Tm. Hasbi Ash-Shiddiqie dan Yunan Nasution dan Relevansinya dengan Kesehatan Mental (Analisis Bimbingan dan Konseling Islam)

Undergraduate Theses from jtptiain / 2013-05-30 10:58:03
Oleh : Nurul Imam (61111014), Fakultas Dakwah IAIN Walisongo
Dibuat : 2012-06-27, dengan 1 file

Keyword : Konsep ; Sabar ; Hasbi ash-shiddiqie ; Yunan Nasution ; Relevansi ; Kesehatan Mental ; Konseling Islam

Penelitian ini berjudul: Studi Komparasi Konsep Sabar Menurut TM. Hasbi Ash-Shiddiqie Dan Yunan Nasution Dan Relevansinya Dengan Kesehatan Mental (Analisis Bimbingan dan Konseling Islam). Latar belakang penelitian ini, bahwa Dalam agama, sabar merupakan satu di antara stasiunstasiun (maqamat) agama, dan satu anak tangga dari tangga seorang salik dalam mendekatkan diri kepada Allah. Sebagai rumusan masalah adalah bagaimana konsep sabar menurut TM. Hasbi ash-Shiddiqie dan Yunan Nasution dan relevansinya dengan kesehatan mental? Bagaimana konsep sabar menurut TM. Hasbi ash-Shiddiqie dan Yunan Nasution ditinjau dari bimbingan dan konseling Islam? Bagaimana persamaan, perbedaan, kelebihan dan kekurangan konsep sabar menurut TM. Hasbi ash-Shiddiqie dan Yunan Nasution ditinjau dari bimbingan dan konseling Islam? Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Data primer dalam penelitian ini adalah karya T.M. Hasbi ash Shiddiqie, yaitu al-Islam (Tahun 2006); Yunan Nasution, yaitu Pegangan Hidup (1995). Adapun data sekundernya adalah sejumlah kepustakaan yang relevan dengan skripsi ini. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan dalam penelitan ini adalah kepustakaan (library research). Dalam menganalisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apabila mengkaji konsep Hasbi dan Nasution tentang sabar, maka dapat dikatakan bahwa konsepnya sangat relevan dengan kesehatan mental. Sabar merupakan indikator kesehatan mental karena dalam sabar tersirat kemampuan individu memikul kesulitan hidup, tegar dalam menghadapi berbagai bencana dan cobaan hidup. Dalam banyak ayat, Allah Ta'ala telah berpesan untuk bersikap sabar. Pendapat Hasbi dan Nasution apabila dihubungkan dengan ciri-ciri kesehatan mental, maka sikap sabar selaras dengan ciri orang yang mentalnya sehat dalam kriteria Marie Jahoda yaitu integrasi diri yang meliputi keseimbangan mental, kesatuan pandangan, dan tahan terhadap tekanan- tekanan yang terjadi. Dalam hubungannya dengan bimbingan dan konseling Islam, bahwa konsep sabar Hasbi dan Nasution dapat dijadikan materi bagi konselor dalam membimbing dan mengkonsel klien yang belum atau sedang menghadapi masalah. Konsep sabar Hasbi dan Nasution sesuai dengan asas-asas dan tujuan bimbingan konseling Islam. Persamaan konsep sabar menurut Hasbi dan Nasution yaitu, baik Hasbi maupun Nasution menganggap bahwa orang yang sabar akan tahu siapa dirinya. Adapun perbedaan antara konsep Hasbi dengan Nasution, yaitu titik berat pendekatannya: Hasbi mengkombinasikan dengan pendekatan fikih. Hal ini bisa dimengerti karena latar belakang Hasbi adalah pakar dalam bidang hukum Islam. Demikian pula pendekatan tafsir menjadi bagian dari konsep Hasbi, mengingat ia merupakan salah seorang penyusun Tafsir seperti tafsirnya yang berjudul Tafsir al-Bayan dan Tafsir al-Quran al-Azim. Sedangkan Nasution lebih mengedepankan pendekatan dakwah dan akhlak. Hal ini pun bisa dimengerti karena ia mantan ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), sehingga bukunya dikemas dalam bentuk penyajian dakwah.

Deskripsi Alternatif :

Penelitian ini berjudul: Studi Komparasi Konsep Sabar Menurut TM. Hasbi Ash-Shiddiqie Dan Yunan Nasution Dan Relevansinya Dengan Kesehatan Mental (Analisis Bimbingan dan Konseling Islam). Latar belakang penelitian ini, bahwa Dalam agama, sabar merupakan satu di antara stasiunstasiun (maqamat) agama, dan satu anak tangga dari tangga seorang salik dalam mendekatkan diri kepada Allah. Sebagai rumusan masalah adalah bagaimana konsep sabar menurut TM. Hasbi ash-Shiddiqie dan Yunan Nasution dan relevansinya dengan kesehatan mental? Bagaimana konsep sabar menurut TM. Hasbi ash-Shiddiqie dan Yunan Nasution ditinjau dari bimbingan dan konseling Islam? Bagaimana persamaan, perbedaan, kelebihan dan kekurangan konsep sabar menurut TM. Hasbi ash-Shiddiqie dan Yunan Nasution ditinjau dari bimbingan dan konseling Islam? Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Data primer dalam penelitian ini adalah karya T.M. Hasbi ash Shiddiqie, yaitu al-Islam (Tahun 2006); Yunan Nasution, yaitu Pegangan Hidup (1995). Adapun data sekundernya adalah sejumlah kepustakaan yang relevan dengan skripsi ini. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan dalam penelitan ini adalah kepustakaan (library research). Dalam menganalisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apabila mengkaji konsep Hasbi dan Nasution tentang sabar, maka dapat dikatakan bahwa konsepnya sangat relevan dengan kesehatan mental. Sabar merupakan indikator kesehatan mental karena dalam sabar tersirat kemampuan individu memikul kesulitan hidup, tegar dalam menghadapi berbagai bencana dan cobaan hidup. Dalam banyak ayat, Allah Ta'ala telah berpesan untuk bersikap sabar. Pendapat Hasbi dan Nasution apabila dihubungkan dengan ciri-ciri kesehatan mental, maka sikap sabar selaras dengan ciri orang yang mentalnya sehat dalam kriteria Marie Jahoda yaitu integrasi diri yang meliputi keseimbangan mental, kesatuan pandangan, dan tahan terhadap tekanan- tekanan yang terjadi. Dalam hubungannya dengan bimbingan dan konseling Islam, bahwa konsep sabar Hasbi dan Nasution dapat dijadikan materi bagi konselor dalam membimbing dan mengkonsel klien yang belum atau sedang menghadapi masalah. Konsep sabar Hasbi dan Nasution sesuai dengan asas-asas dan tujuan bimbingan konseling Islam. Persamaan konsep sabar menurut Hasbi dan Nasution yaitu, baik Hasbi maupun Nasution menganggap bahwa orang yang sabar akan tahu siapa dirinya. Adapun perbedaan antara konsep Hasbi dengan Nasution, yaitu titik berat pendekatannya: Hasbi mengkombinasikan dengan pendekatan fikih. Hal ini bisa dimengerti karena latar belakang Hasbi adalah pakar dalam bidang hukum Islam. Demikian pula pendekatan tafsir menjadi bagian dari konsep Hasbi, mengingat ia merupakan salah seorang penyusun Tafsir seperti tafsirnya yang berjudul Tafsir al-Bayan dan Tafsir al-Quran al-Azim. Sedangkan Nasution lebih mengedepankan pendekatan dakwah dan akhlak. Hal ini pun bisa dimengerti karena ia mantan ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), sehingga bukunya dikemas dalam bentuk penyajian dakwah.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisherjtptiain
OrganisasiF
Nama KontakMiswan
AlamatJl. Prof. Dr. Hamka Km. 2 Ngaliyan
KotaSemarang
DaerahJawa Tengah
NegaraIndonesia
Telepon024 7603921
Fax024 7619100
E-mail Administratormiswant@yahoo.com
E-mail CKOar_mandka@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Sugiarso, Baidi Bukhori, Diupload oleh :

Download...


tumblr analytics

(Sejak 21 Juni 2010)
View My Stats