Path: Top / Skripsi / Syariah / 2004

Analisis Terhadap Penerapan Accrual Basis di Bank Muamalah Indonesia Semarang dalam Perspektif Islam

Undergraduate Theses from jtptiain / 2013-05-29 11:45:59
Oleh : Muhamad Haris Halimi ( 2198154), fak.Syari'ah IAIN Walisongo
Dibuat : 2004-09-16, dengan 9 file

Keyword : Penerapan,Accrual Basis,Bank Muamalah,Indonesia,Perspektif Islam
Url : http://

Sebagai akhir dari pembahasan skripsi ini, dapat ditarik beberapa kesimpulan dari paparan diatas sebagai berikut :
1. Dengan diterapkannya pernyataan standar akuntansi keuangan tentang accrual basis maka dunia perbankan syari'ah telah mempunyai instrumen penting untuk membantu kinerja perbankan, dari standar akuntansi keuangan ini kinerja bank syari'ah khususnya bank Muamalat cabang Semarang dapat dilihat, diukur dengan jelas dan transparan melalui laporan laba rugi dan laporan bagi hasil.

2. Dalam kaidah hukum urusan muamalat semuanya diperbolehkan kecuali ada dalil yang melarangnya, ini berarti ketika suatu transaksi baru muncul, dimana belum dikenal dalam hukum Islam, maka transaksi tersebut dianggap diterima, kecuali terdapat implikasi dari dalil quran dan hadis yang melarang secara eksplisit dan implisit. Dalam penerapan accrual basis selama kondisi yang diperlukan di pegang teguh oleh bank syari'ah khususnya bank Muamalat dalam hal teknis dan operasionalnya maka tidak akan menghilangkan ciri-ciri bank syari'ah apalagi sampai melanggar, lebih jauh lagi kondisi dan kinerja bank akan dapat di kontrol dan diketahui secara transparan oleh berbagai pihak yang terkait.

B. SARAN
Sesuai dengan topik permasalahan yang menjadi obyek kajian penyusunan skripsi ini penulis ingin mengemukakan beberapa saran yang dirasa perlu sebagai bahan pertimbangan antara lain :
Bank syari'ah khususnya bank Muamalat cabang Semarang sebagai salah satu bank yang memegang nilai-nilai islami dalam landasan operasionalnya termasuk didalamnya terkandung sifat amanah, implikasi dari penerapan sifat amanah adalah pembuatan laporan keuangan yang transparan dan tidak melakukan window dressing, dalam laporan keuangan yang menggunakan accrual basis akan terjadi perbedaan antara laporan laba/rugi dan laporan bagi hasil, ini akan menimbulkan pertanyaan bagi pihak-pihak yang tidak mengetahui seluk beluk akuntansi bank syari'ah terutama masyarakat awam akan menimbulkan opini bahwa bank melakukan window dressing karena untuk penilaian kinerja bank akan ditampilkan laporan laba/rugi yang jumlah pendapatannya lebih besar sehingga bank kelihatan bagus kinerjanya dan untuk keperluan bagi hasil para deposan atau nasabah menggunakan cash basis dengan maksud agar jumlah bagi hasil yang diterima para deposan menjadi lebih kecil, sedangkan bagi mereka yang mengetahui akuntansi bank syari'ah, bank tidak akan melakukan window dressing mengingat ketentuannya memang demikian. Apabila opini ini benar-benar terbentuk kedalam pengguna jasa bank syari'ah khususnya bank Muamalat cabang Semarang maka akan mengakibatkan kepercayaan terhadap bank syari'ah akan berkurang yang pada gilirannya akan menghambat laju pertumbuhan bank syari'ah.

Pengakuan pendapatan dalam accrual basis di bank syariah khususnya bank Muamalat masih ada kelemahan-kelemahan diantaranya adalah penerapan time value of money dimana pendapatan akan diakui dalam periode terjadinya hak atas pendapatan tersebut, meskipun nasabah belum melakukan pembayaran, artinya bank akan mengakui pendapatan karena berjalannya waktu, dan ini secara tidak langsung mengarahkan opini bahwa bank syari'ah khususnya bank Muamalat juga menerapkan konsep time value of money yang jauh-jauh hari sebelum lahirnya bank syari'ah didengung-dengungkan bahwa bank syari'ah tidak mengenal konsep time value of money oleh karena itu penerapan accrual basis secara tidak langsung dapat bertentangan dengan jiwa bank syari'ah itu sendiri. Oleh karena itu otoritas yang berwenang seperti Bank Indonesia dan Ikatan Akuntan Indonesia alangkah lebih bijaksana mengundang para praktisi dan bankir syari'ah untuk memberikan masukan dan kesempurnaan terhadap PSAK No.59.

Tentang penerapan accrual basis bahwa konsep yang diambil dari metode tersebut adalah dari akuntansi konvensional yang didasarkan pada ide-ide barat sehingga hal ini tidak sesuai setelah diterapkan pada masyarakat Islam, ini terlihat pada aspek nilai-nilai agama, penggunaan rasionalitas sebagai dasar pengambilan keputusan, akuntansi konvensional bukan saja tidak sejalan dengan ajaran Islam, tetapi juga dinilai tidak menunjukkan keseimbangan sebagaimana yang diajarkan oleh ajaran Islam, oleh karena itu munculnya akuntansi Islam yang murni lahir dari sumber dan tata nilai Islam diharapkan mampu mencegah timbulnya ketidakadilan dalam pencatatan terhadap transaksi yang dilaksanakan selama melakukan kegiatan bisnis.
Peristiwa hukum yang berkaitan dengan kehidupan manusia pada prinsipnya sudah diatur oleh al-qur'an dan hadist, dengan hadist Rasulullah memberikan penjelasan maksud-maksud wahyu, akan tetapi pada masa pasca Rasulullah dan sahabat kasus hukum yang muncul beragam dan berkembang, sementara dalam al-qur'an sendiri dalam hal-hal yang menyangkut muamalah menerangkanya secara mujmal. Untuk itu manusia diberi kebebasan (dalam bentuk tertentu) untuk melakukan beberapa perubahan yang belum ada di jaman Rasul

Deskripsi Alternatif :

Sebagai akhir dari pembahasan skripsi ini, dapat ditarik beberapa kesimpulan dari paparan diatas sebagai berikut :
1. Dengan diterapkannya pernyataan standar akuntansi keuangan tentang accrual basis maka dunia perbankan syari'ah telah mempunyai instrumen penting untuk membantu kinerja perbankan, dari standar akuntansi keuangan ini kinerja bank syari'ah khususnya bank Muamalat cabang Semarang dapat dilihat, diukur dengan jelas dan transparan melalui laporan laba rugi dan laporan bagi hasil.

2. Dalam kaidah hukum urusan muamalat semuanya diperbolehkan kecuali ada dalil yang melarangnya, ini berarti ketika suatu transaksi baru muncul, dimana belum dikenal dalam hukum Islam, maka transaksi tersebut dianggap diterima, kecuali terdapat implikasi dari dalil quran dan hadis yang melarang secara eksplisit dan implisit. Dalam penerapan accrual basis selama kondisi yang diperlukan di pegang teguh oleh bank syari'ah khususnya bank Muamalat dalam hal teknis dan operasionalnya maka tidak akan menghilangkan ciri-ciri bank syari'ah apalagi sampai melanggar, lebih jauh lagi kondisi dan kinerja bank akan dapat di kontrol dan diketahui secara transparan oleh berbagai pihak yang terkait.

B. SARAN
Sesuai dengan topik permasalahan yang menjadi obyek kajian penyusunan skripsi ini penulis ingin mengemukakan beberapa saran yang dirasa perlu sebagai bahan pertimbangan antara lain :
Bank syari'ah khususnya bank Muamalat cabang Semarang sebagai salah satu bank yang memegang nilai-nilai islami dalam landasan operasionalnya termasuk didalamnya terkandung sifat amanah, implikasi dari penerapan sifat amanah adalah pembuatan laporan keuangan yang transparan dan tidak melakukan window dressing, dalam laporan keuangan yang menggunakan accrual basis akan terjadi perbedaan antara laporan laba/rugi dan laporan bagi hasil, ini akan menimbulkan pertanyaan bagi pihak-pihak yang tidak mengetahui seluk beluk akuntansi bank syari'ah terutama masyarakat awam akan menimbulkan opini bahwa bank melakukan window dressing karena untuk penilaian kinerja bank akan ditampilkan laporan laba/rugi yang jumlah pendapatannya lebih besar sehingga bank kelihatan bagus kinerjanya dan untuk keperluan bagi hasil para deposan atau nasabah menggunakan cash basis dengan maksud agar jumlah bagi hasil yang diterima para deposan menjadi lebih kecil, sedangkan bagi mereka yang mengetahui akuntansi bank syari'ah, bank tidak akan melakukan window dressing mengingat ketentuannya memang demikian. Apabila opini ini benar-benar terbentuk kedalam pengguna jasa bank syari'ah khususnya bank Muamalat cabang Semarang maka akan mengakibatkan kepercayaan terhadap bank syari'ah akan berkurang yang pada gilirannya akan menghambat laju pertumbuhan bank syari'ah.

Pengakuan pendapatan dalam accrual basis di bank syariah khususnya bank Muamalat masih ada kelemahan-kelemahan diantaranya adalah penerapan time value of money dimana pendapatan akan diakui dalam periode terjadinya hak atas pendapatan tersebut, meskipun nasabah belum melakukan pembayaran, artinya bank akan mengakui pendapatan karena berjalannya waktu, dan ini secara tidak langsung mengarahkan opini bahwa bank syari'ah khususnya bank Muamalat juga menerapkan konsep time value of money yang jauh-jauh hari sebelum lahirnya bank syari'ah didengung-dengungkan bahwa bank syari'ah tidak mengenal konsep time value of money oleh karena itu penerapan accrual basis secara tidak langsung dapat bertentangan dengan jiwa bank syari'ah itu sendiri. Oleh karena itu otoritas yang berwenang seperti Bank Indonesia dan Ikatan Akuntan Indonesia alangkah lebih bijaksana mengundang para praktisi dan bankir syari'ah untuk memberikan masukan dan kesempurnaan terhadap PSAK No.59.

Tentang penerapan accrual basis bahwa konsep yang diambil dari metode tersebut adalah dari akuntansi konvensional yang didasarkan pada ide-ide barat sehingga hal ini tidak sesuai setelah diterapkan pada masyarakat Islam, ini terlihat pada aspek nilai-nilai agama, penggunaan rasionalitas sebagai dasar pengambilan keputusan, akuntansi konvensional bukan saja tidak sejalan dengan ajaran Islam, tetapi juga dinilai tidak menunjukkan keseimbangan sebagaimana yang diajarkan oleh ajaran Islam, oleh karena itu munculnya akuntansi Islam yang murni lahir dari sumber dan tata nilai Islam diharapkan mampu mencegah timbulnya ketidakadilan dalam pencatatan terhadap transaksi yang dilaksanakan selama melakukan kegiatan bisnis.
Peristiwa hukum yang berkaitan dengan kehidupan manusia pada prinsipnya sudah diatur oleh al-qur'an dan hadist, dengan hadist Rasulullah memberikan penjelasan maksud-maksud wahyu, akan tetapi pada masa pasca Rasulullah dan sahabat kasus hukum yang muncul beragam dan berkembang, sementara dalam al-qur'an sendiri dalam hal-hal yang menyangkut muamalah menerangkanya secara mujmal. Untuk itu manusia diberi kebebasan (dalam bentuk tertentu) untuk melakukan beberapa perubahan yang belum ada di jaman Rasul

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisherjtptiain
Organisasif
Nama KontakMiswan
AlamatJl. Prof. Dr. Hamka Km. 2 Ngaliyan
KotaSemarang
DaerahJawa Tengah
NegaraIndonesia
Telepon024 7603921
Fax024 7619100
E-mail Administratormiswant@yahoo.com
E-mail CKOar_mandka@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • , Diupload oleh :

Download...


tumblr analytics

(Sejak 21 Juni 2010)
View My Stats