Path: Top / Skripsi / Ushuluddin / 2004

Suasana Keberagamaan dalam Rumah Tangga Yang Berbeda Agama di Pangen Jurutengah Purworejo

Undergraduate Theses from jtptiain / 2013-05-01 14:54:11
Oleh : Nove Laila Infiani (4100061), Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo
Dibuat : 2004-09-10, dengan 7 file

Keyword : Rumah Tangga, Beda Agama, Toleransi Agama
Url : http://

Berdasarkan pembahasan-pembahasan yang telah diuraikan, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang berani mengambil keputusan untuk membangun rumah tangga yang berbeda agama di Pangen Juru Tengah Purworejo, yaitu antara lain : a. Cinta Mereka percaya dan yakin bahwa perasaan cinta dapat menyatukan perbedaan-perbedaan diantara mereka.Dengan kekuatan cintalah segala badai dan rintangan akan mampu dihadapi dan diselesaikan. Mereka beranggapan bahwa cinta tidak memihak kepada siapapun, tanpa melihat, memandang status dan kepercayaan yang diyakininya. Tujuan berumah tangga akan tercapai dengan perwujudan toleransi yang tinggi. Suami menghargai keyakinan istrinya dan anak-anaknya, begitu juga sebaliknya. Dan persatuan dalam perbedaan itu tidak akan tercipta tanpa adanya rasa cinta yang mendalam diantara anggota keluarga. b. Pengaruh Lingkungan Lingkungan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan seseorang berani mengambil keputusan untuk mmembangun rumah tangga dengan keyakinan yang berbeda agama. Adapun pengaruh lingkungan ini terbagi menjadi 2 faktor, yaitu : 1) Faktor intern, adalah faktor dari dalam keluarga sendiri. Hal ini disebabkan karena orang tua kurang mampu membina dan mengarahkan anak-anaknya dalam menjalankan ibadah agama. Orang tua juga terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga memberikan kebebasan yang berlebihan terhadap keinginan anak-anaknya. Selain karena pengaruh didikan orang tua, faktor keturunan dari keluarganya yang berbeda agama juga dapat menjadikan seseorang berani mengambil keputusan untuk berbeda keyakinan dengan anggota keluarga yang lain. Dan hal yang paling penting adalah pengaruh pengalaman beragama seseorang, yang mana orang itu dapat meyakini kebenaran ajaran agama tertentu. 2). Faktor ekstern, adalah faktor dari luar, yang biasanya karena lingkungan masyarakat sekitar. Keberagaman masyarakat yang terjalin membuat seseorang dapat berfikir kembali tentang prinsip-prinsip yang tertanam dalam dirinya. Pengaruh pergaulan memberikan pengaruh yang sangat besar dalam menentukan proses berfikir seseorang. Seseorang bisa berubah pikiran karena keberadaan lingkungan masyarakat yang ada. c. Motivasi Beragama Jika seseorang sudah yakin dengan pasangan hidupnya, tentu dia akan melakukan melakukan apa saja demi kebersamaan diantara mereka. Jurang perbedaan agama yang ada, dapat membuat salah satu dari mereka berpindah agama. Walaupun seseorang itu memeluk agama sesuai dengan keyakinannya masing-masing, namun salah satu sebabnya dikarenakan orang itu menikah dengan pasangan yang berbeda agama dan dia mau mengikuti agama pasangannya. Masalah agama memang masalah yang berhubungan dengan Tuhan, tetapi memang ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang berpindah keyakinan, yaitu karena pergaulan maupun karena mau menikah dengan orang yang berbeda keyakinan. 2. Suasana keberagamaan dalam rumah tangga yang berbeda agama, tidak jauh berbeda dengan rumah tangga yang seagama. Mereka tetap menghormati satu sama lain, selalu berusaha menciptakan kedamaian dan cinta kasih antar anggota keluarga. Di dalam rumah tangga yang berbeda agama, orang tua bahkan memberikan kebebasan bagi anak-anaknya; agama apa yang diyakininya dan tentu saja orang tua tidak berhak ikut campur dalam keyakinan beragama si anak. Setelah si anak yakin dengan kepercayaannya, orang tua harus membimbing dan mengarahkan, memberikan pendidikan agama sesuai dengan keyakinan anaknya, yang salah satunya bisa melalui pelajaran buku-buku agama yang dari situ dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, setiap anggota keluarga mempunyai pengalaman keberagamaan sendiri-sendiri yang dapat diwujudkan dalam pembentukan rumah tangga yang bahagia dan sejahtera. Keluarga menjadi subjek untuk membiasakan ajaran-ajaran agama, karena menurut fungsinya keluarga menjadi pelaksana pendidikan yang pertama kali sebelum anak mengenal lingkungan sekitar, sehingga keluarga mempunyai kekhususan dalam fungsi dan tugas untuk saling membantu dalam masalah pendidikan khususnya pendidikan agama. Ajaran agama mengandung hal-hal yang menuju pada keselamatan dan mengangkat derajat manusia ke arah pribadi yang mulia. Maka dalam keluarga yang beragama, pengamalan agama sangat penting artinya di dalam kehidupannya. Kebiasaan hidup beragama adalah pengamalan ajaran agama secara kontinyu, yang meliputi ibadah-ibadah dan akhlak (perilaku). Setiap anggota keluarga harus saling mendukung sewaktu anggota keluarganya menjalankan ibadah-ibadah agama, tidak boleh saling mempengaruhi apalagi menjelek-jelekkan agama dihadapannya, karena bisa mengakibatkan rumah tangganya tidak akan bertahan, oleh karena itu orang tua harus mampu memberikan pendidikan akhlak kepada anaknya. Dengan begitu, antar anggota keluarga akan dapat menghormati perbedaan agama yang ada dan juga akan melahirkan akhlak yang mulia. Kebiasaan-kebiasaan inilah yang akan membentuk kepribadian bagi seluruh anggota keluarga.

Deskripsi Alternatif :

Berdasarkan pembahasan-pembahasan yang telah diuraikan, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang berani mengambil keputusan untuk membangun rumah tangga yang berbeda agama di Pangen Juru Tengah Purworejo, yaitu antara lain : a. Cinta Mereka percaya dan yakin bahwa perasaan cinta dapat menyatukan perbedaan-perbedaan diantara mereka.Dengan kekuatan cintalah segala badai dan rintangan akan mampu dihadapi dan diselesaikan. Mereka beranggapan bahwa cinta tidak memihak kepada siapapun, tanpa melihat, memandang status dan kepercayaan yang diyakininya. Tujuan berumah tangga akan tercapai dengan perwujudan toleransi yang tinggi. Suami menghargai keyakinan istrinya dan anak-anaknya, begitu juga sebaliknya. Dan persatuan dalam perbedaan itu tidak akan tercipta tanpa adanya rasa cinta yang mendalam diantara anggota keluarga. b. Pengaruh Lingkungan Lingkungan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan seseorang berani mengambil keputusan untuk mmembangun rumah tangga dengan keyakinan yang berbeda agama. Adapun pengaruh lingkungan ini terbagi menjadi 2 faktor, yaitu : 1) Faktor intern, adalah faktor dari dalam keluarga sendiri. Hal ini disebabkan karena orang tua kurang mampu membina dan mengarahkan anak-anaknya dalam menjalankan ibadah agama. Orang tua juga terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga memberikan kebebasan yang berlebihan terhadap keinginan anak-anaknya. Selain karena pengaruh didikan orang tua, faktor keturunan dari keluarganya yang berbeda agama juga dapat menjadikan seseorang berani mengambil keputusan untuk berbeda keyakinan dengan anggota keluarga yang lain. Dan hal yang paling penting adalah pengaruh pengalaman beragama seseorang, yang mana orang itu dapat meyakini kebenaran ajaran agama tertentu. 2). Faktor ekstern, adalah faktor dari luar, yang biasanya karena lingkungan masyarakat sekitar. Keberagaman masyarakat yang terjalin membuat seseorang dapat berfikir kembali tentang prinsip-prinsip yang tertanam dalam dirinya. Pengaruh pergaulan memberikan pengaruh yang sangat besar dalam menentukan proses berfikir seseorang. Seseorang bisa berubah pikiran karena keberadaan lingkungan masyarakat yang ada. c. Motivasi Beragama Jika seseorang sudah yakin dengan pasangan hidupnya, tentu dia akan melakukan melakukan apa saja demi kebersamaan diantara mereka. Jurang perbedaan agama yang ada, dapat membuat salah satu dari mereka berpindah agama. Walaupun seseorang itu memeluk agama sesuai dengan keyakinannya masing-masing, namun salah satu sebabnya dikarenakan orang itu menikah dengan pasangan yang berbeda agama dan dia mau mengikuti agama pasangannya. Masalah agama memang masalah yang berhubungan dengan Tuhan, tetapi memang ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang berpindah keyakinan, yaitu karena pergaulan maupun karena mau menikah dengan orang yang berbeda keyakinan. 2. Suasana keberagamaan dalam rumah tangga yang berbeda agama, tidak jauh berbeda dengan rumah tangga yang seagama. Mereka tetap menghormati satu sama lain, selalu berusaha menciptakan kedamaian dan cinta kasih antar anggota keluarga. Di dalam rumah tangga yang berbeda agama, orang tua bahkan memberikan kebebasan bagi anak-anaknya; agama apa yang diyakininya dan tentu saja orang tua tidak berhak ikut campur dalam keyakinan beragama si anak. Setelah si anak yakin dengan kepercayaannya, orang tua harus membimbing dan mengarahkan, memberikan pendidikan agama sesuai dengan keyakinan anaknya, yang salah satunya bisa melalui pelajaran buku-buku agama yang dari situ dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, setiap anggota keluarga mempunyai pengalaman keberagamaan sendiri-sendiri yang dapat diwujudkan dalam pembentukan rumah tangga yang bahagia dan sejahtera. Keluarga menjadi subjek untuk membiasakan ajaran-ajaran agama, karena menurut fungsinya keluarga menjadi pelaksana pendidikan yang pertama kali sebelum anak mengenal lingkungan sekitar, sehingga keluarga mempunyai kekhususan dalam fungsi dan tugas untuk saling membantu dalam masalah pendidikan khususnya pendidikan agama. Ajaran agama mengandung hal-hal yang menuju pada keselamatan dan mengangkat derajat manusia ke arah pribadi yang mulia. Maka dalam keluarga yang beragama, pengamalan agama sangat penting artinya di dalam kehidupannya. Kebiasaan hidup beragama adalah pengamalan ajaran agama secara kontinyu, yang meliputi ibadah-ibadah dan akhlak (perilaku). Setiap anggota keluarga harus saling mendukung sewaktu anggota keluarganya menjalankan ibadah-ibadah agama, tidak boleh saling mempengaruhi apalagi menjelek-jelekkan agama dihadapannya, karena bisa mengakibatkan rumah tangganya tidak akan bertahan, oleh karena itu orang tua harus mampu memberikan pendidikan akhlak kepada anaknya. Dengan begitu, antar anggota keluarga akan dapat menghormati perbedaan agama yang ada dan juga akan melahirkan akhlak yang mulia. Kebiasaan-kebiasaan inilah yang akan membentuk kepribadian bagi seluruh anggota keluarga.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisherjtptiain
OrganisasiF
Nama KontakMiswan
AlamatJl. Prof. Dr. Hamka Km. 2 Ngaliyan
KotaSemarang
DaerahJawa Tengah
NegaraIndonesia
Telepon024 7603921
Fax024 7619100
E-mail Administratormiswant@yahoo.com
E-mail CKOar_mandka@yahoo.com

Print ...

Kontributor...

  • , Diupload oleh :

Download...


tumblr analytics

(Sejak 21 Juni 2010)
View My Stats